Pages

Jumat, 29 Oktober 2010

TRAGEDI SOSIOLOGI 28 OKT 2010


Hai, hai,hai..
Selamat hari sumpah pemuda… ^^
(28 oktober 2010)
Rencananya, mau ngeposting ini post pada saaat hari H. Namun, tidak bisa karena :
  1. jam belajar
  2. besok ada ulangan
  3. karena... ya besok ada ulangan
  4. karena emang GAK BOLEH
Hahahahahaah... *gaje
Aku mau berbagi cerita dengan ”kekompakan” keluarga besar XA untuk ”berperang”melawan ”penjajah”. Pas banget kan tentang sumpah pemuda yang temanya tentang pahlawan?!
*gaje again. Dan aku (*tttiiittt* -> menyebutkan nama) mulai detik ini mengumumkan : TEORI tentang bahwa:”yang paling besar/banyak akan selalu menang dari yang kecil” adalah teori yang SALAH!!!
Jadi gini nih ceritanya..

Hari itu kamis yang lumayan panas karena sudah cukup dengan 2 hari yang terus”an hujan (sampe pake jaket ke labkom. Kampungan banget kan?!”) . Waktu aku masuk kelas, melihat tampang teman” yang serius belajar matpel SOSIOLOGI yang GOSIPnya (atau fakta?!) kalau matpel tersebut akan ulangan. Aku sih, biasa” aja. Karena, memang katanya ulangan. Tapi masih kataNYA bukan kata BAPAK!! Jadi, ya aku putuskan untuk ke perpus membaca novel bersama La, Rin, dgn Fe. Aku sih sudah ada belajar sos dikit waktu semalam, itupun atas menerima soal yang sudah aku pajak!!! Paginya, boleh lah aku disebut ANAK RAJIN . LUAR sos, DALAMnya NOVEL! Hahahaah..
(Don’t try this at home, guys!!)
Lalu, saat masuk perpus, liat pajangan mata (udah deh,skip it!) . Kami pilih meja pojokan. La, Rin, Fe sibuk ngomongin sesuatu. Aku? Jadi anak rajin dong!!! Baca sos yang menyelubungi aib yaitu NOVEL ”separuh bintang” yang memang bagussss...banget. Yang ingin cepat-cepat aku tamatkan.
Selama 30 menit diperpus, bel masuk menjerit tanda kami murid yang mau dibimbing harus menempuh 1 hari lagi di penjara kolesterol. Setelah doa, kami bergegas ke labkim (bertemu pajangan mata again!><). Sampai, disambut Mrs. Elizabeth, menerangi pelajaran tentang elektronegatifan dan af..apa..gitu (penyakit pikun kumat). Setelah bla..bla..bla, menerangi, mencatat, akhirnya kami keluar untuk menyudahi pelajaran. Aku bersama Rin dan Dina menuju kelas untuk menaruhh buku kim dan mengambil buku sos. Mulai lah, percakapan setengah penting antara aku dg dina.
          ”Din, hari ini ulangan ya?”
          ”Gak tahu,*tiitt*. Katanya sih iya...”
”Yah, aku aja gak belajar. Tadi aja baca novel.”
”Aku juga. Bahannya banyak nian woyy...”
Dalam hati aku berkata:”din.. din... Tampang kayak dirimu gak belajar. Hihihihihi~ ==’ “. Mengapa aku bilang setengah penting? Karena, setengahnya yang penting menyatakan bahwa Dina itu tidak belajar serius. Cuman baca” doang. Setengahnya lagi yang tidak penting adalah “dina tidak dapat memberi bukti apakah ulangan sos itu “GOSSIP” atau “FAKTA”. Aku membaca sedikitt saja buku catatan. Karena, teman” ajak kompakan untuk bilang tidak. Baiklah, aku setuju.
Setelah melewati istirahat dengan memakan : 3 bungkus Better dan 2 bungkus Beng-beng, jam ke-3 dimulai. Bapak sos (bukan August Comte), mengenakan kemeja merah datang membwa laptop kesayangannya ke ruang 1 yang sangat BERWIBAWA dengan TAMBAHAN 2 KIPAS ANGIN! (setelah hampir 5 bulan tanpa kipas). Aku masih santai membaca buku catatan. Karena jika emang ulangan, maka aku hanya melakukan tindakan satu hal yaitu : D.O.A !!!!>,<
Bapak berinisial FA masuk, meletakkan tas laptopnya dan mulai berkata...
”Baik, keluarkan kertas, kita ulangan...”
Mulai lah, AKSI dari XA..
Student 1 : ”Pak! Bapak gak bilang!!”
Student 2 : “iyaa!! Hari ini kan cek PR!!”
Class XA : ”Eeee... Bapak mano bilang la.. Kami dak belajar!”

Riuhh.. Seriuh-riuhnya, tolakan ulangan ke-1 dari pendemo seantaro Xaverius dari XA.
Pak Fa          : ”Lho? Bapak kan sudah bilang? Ini catatannya,”kata si bapak sambil menunjukkan kertas yang KATANYA mencatat jadwal ulangan.
Student 3      : ”eeehhh.. mano ada bilang la, Pak!”
Student 4      : “iyo pak, sriusss... Kalo ada bilang, pasti kami akan belajar.”
Student 5      : ”pak, hari ini kan hari SUMPAH PEMUDA! Jadinya, gak ulangan laaa...” (PIKIR DEH! Apa HUBUNGAN antara ulangan dengan sumpah pemuda!?!)
Me               : ”pak! Manatahu be bapak thu catet diluar jam pel. Tapi lupa buat kasi tahu”
XA               : ”iyyyoooo pakkkk!!!!”
Jadilah debate antara 39 murid XA melawan 1 guru Pak Fa. Jika kita bertanya pada anak kecil kira” siapa yang menjadi pemenang, pasti anak kecil itu berkata : ”XA” keluar sebagai pemenang. Debate panjang akhirnya ditutup dengan sebuah keputusan telak...
” YA SUDAH. POKOKNYA HARI INI ULANGAN DAN KELUARKAN KERTAS SEKARANG”
Taaarrrrrraaaaaaaaaa.......
Jadilah kami keluar sebagai pihak yang kalah. Kami memutuskan untuk mengeluarkan kertas dan menyerah pada peperangan hari ini. Jadilah kami mulai ulangan dengan sedikir kasak-kusuk untuk berbagi jawaban kepada sesama yang membutuhkan. Hahahahaah... Udah tuntas aja bersyukur, apa lagi bagus.
So, well guys, one thing u have to know.
Gak selalu, pada saat keroyokan rame”, yang paling rame yang akan bisa jadi pemenang. Bisa saja yang paling sedikit itu lah yang menjadi pemenang. Contohnya dalam “TRAGEDI SOSIOLOGI”.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

ya ampun! pas istirahat cuma makan 5 bungkus biskuit?! Bungkusnya aja?! isinya dibuang?! kok mirip ya sma aku dlu? wkwkwkwkwk


haah? msa 39 murid kalah sma 1 guru?
wkwkwkwk

dlu pas SMA di kelas aku cman ber 13, haha
klo ada guru mw ulangan tpi ga bilang2 kita smua langsung kluar kelas XD

(don try dis at school, klo at home bole bole lah)
hahaha XD

klo kmu tanya di sekolahku spa sih yg ga tw klas X3PS, itu neraka guru2, hahaha
isi kelasnya maniak smua XD

Posting Komentar

woy!!! kasih gak komen?! kasih gak?!!! Cepetan! Komen atau nyawa (?)