Pages

Sabtu, 09 Oktober 2010

Iglo

Mengapa IGLO tidak meleleh di bagian dalamnya???
 Walaupun rumah batu dan rumah kayu sudah menjadi lebih populer di antara orang Eskimo, mereka tetap membangun iglo untuk acara khusus atau jika sedang melakukan perjalanan. Iglo dapat dibangun dengan cepat dan bertahan di dalam berbagai cuaca.
Pertama, sebuah parit digali aekitar 1,5 meter dan sedalam 50 cm di tumpukan salju yang baru. Lalu dari permukaan parit, balok es dipotong menggunakan pisau. Bentuknya sedemikian rupa agar condong ke dalam jika disusun.


Lingakaran dari balok es ini diletakkan dan kemudian dikikis agar bentuknya menjadi spiral yang semakin kecil. Materialnya diotong dari dalam iglo sambil terus dikerjakan. Kemudian, sebuah batu penjuru yang lebih lebar bagian atas dariapada bagian bawahnya, dijatuhkan pada lubang di puncaknya. Kemudian semua celah ditutupi dengan salju lunak. Sebuah iglo kecil dapat dibangun dengan cara ini dalam beberapa jam.


Ketika rumah itu sudah selesai di bangun, para wanita mengambil alih pekerjaan. Mereka menyalakan lampu yang terbuat dari lemak dan membuatnya terbakar sepanas mungkin. Kemudian ia menutup pintu dengan balok es danmembuat semuanya kedap udara. Sekarang salju mulai meleleh. Tapi, karena atap kubahnya melengkung, airnya tidak menetes. Melainkan perlahan-lahan meresap ke dalam balok es, sehingga hampir seluruhnya basah.


Kalau balok-balok itu sudah cukup basah, lampu dimatikan dan pintu dibuka. Udara dingin segera berhembus ke dalam dan dalam beberapa menit eumah itu berubah dari bangunan salju yang rapuh, menjadi kubah es! Rumah itu begitu kuat sehingga seekor beruang salju dapat naik ke atapnya tanpa merusakknya. Dan karena sangat padat dan keras, rumah itu tidak meleleh dan menjadi tempat tinggal yang nyaman.


Tentu saja kalau musim dingin berakhir dan suhu akan meningkat, iglo mulai meleleh dan biasanya atapnyalah yang akan mulai berlubang

1 komentar:

Anonim mengatakan...

oke oke

Posting Komentar

woy!!! kasih gak komen?! kasih gak?!!! Cepetan! Komen atau nyawa (?)